KAMPANYE PR


Menurut rogers dan storey, “kampanye adalah serangkaian kegiatan komunikasi yang terorganisir dengan tujuan untuk menciptakan dampak tertentu terhadap sebagian besar khalayak sasaran secara berkelanjutan dalam periode waktu tertentu” (Ruslan, 2008, hal. 23). Sedangkan menurut pakar komunikasi rice an paisley, “kampanye adalah keinginan seseorang untuk mempengaruhi opini individu dan publik, kepercayaan, tingkah laku, minat, serta keinginan audiensi dengan daya tarik komunikator yang sekaligus komunikatif. “william albig mendefinisikan komunikasi dalam berkampanye “merupakan proses pengoperan lambang-lambang yang bernama antar individu. Suatu lambang yang sama-sama dimengerti. “Ruslan, 2008, hal. 64)
Ada beberapa jenis kegiatan kampanye yang umum dilakukan oleh humas, yaitu:
  1. Kampanye produk (Product oriented campaigns) merupakan kegiatan kampanye yang berorientasi komersial, seperti peluncuran produk baru. Kampanye ini biasanya sekaligus bermuatan kepentingan untuk membangun citra positif terhadap produk barang yang diperkenalkan kepada publik/masyarakat.
  2. Kampanye pencalonan kandidat (Candidate Oriented Campaigns) adalah kampanye yang berorientasi politik, seperti kampanye Pemilu dan Pilkada.
  3. Kampanye ideologi atau misi sosial (Ideological or Cause Oriented Campaigns) adalah kampanye yang bersifat khusus keagamaan, berdimensi sosial, atau perubahan sosial, seperti melaksanakan kampanye Anti Narkoba, Anti HIV/AID dan Pengentasan Kemiskinan.
Menurut Anne Gregory terdapat tujuh aturan emas dalam menetapkan tujuan utama kampanye humas (seven golden rules of objective setting), yaitu dengan mempertimbangkan: tujuan humas, tujuan perusahaan, tujuan khusus, apa yang ingin dicapai, mentapkan kuantitas (banyaknya), alokasi anggaran (berapa anggaran yang digunakan), membuat daftar prioritas kampanye.
James Grunig (1992) menyatakan terdapat tiga bentuk khalayak sasaran dari kampanye humas, yaitu:
  1. Khalayak tersembunyi yang sulit untuk dikenal keberadaannya (latent publics)
  2. Khalayak yang peduli serta mudah dikenali keberadaannya (aware publics)
  3. Khalayak aktif dan berkaitan dengan masalah dihadapi perusahaan (active publics)
Namun juga terdapat tiga bentuk khalayak yang berbeda di mana khalayak dinilai (dibedakan jenisnya) dipandang dari reaksinya terhadap isyu-isyu yang tengan berkembang, yaitu:
  1. Khalayak semua isyu (all issue public) jenis khalayak yang aktif menanggapi hampir semua isyu-isyu berkembang dan memengaruhi kegiatan organisasi.
  2. Khalayak isyu tunggal (single issue public) jenis khalayak yang hanya bereaksi terhadap satu isyu-isyu yg menjadi perhatiannya.
  3. Khalyak isyu panas (hot issue public) jenis publik yg bereaksi terhadap kasus-kasus yang diangkat dan dihembuskan oleh media massa
  4. Khalayak apatis (apathetic publics) publik yg bersikap tidak peduli mengenai isu-isu yg terjadi disekitar kehidupannya.
Tujuan komunikasi dilihat dari berbagai aspek dalam kampanye dan propaganda, baik untuk keperluan promosi maupun publikasi. Misalnya, tujuan komunikasi dalam dunia periklanan (advertising communication) adalah selain memberikan informasi suatu produk yang dikampanyekan, juga menitikberatkan bujukan (persuasif) dan menanamkan awareness dalam benar konsumen sebagai upaya memotivasi pembelian. Pemasaran (marketing) berupaya meluaskan pasaran suatu produk, sedangkan kampanye PR (publik relation campaign) dalam berkomunikasi bertujuan menciptakan pengetahuan, pengertian, pemahaman, kesadaran, minat, dan dukungan dari berbagai pihak untuk memperoleh citra bagi lembaga atau organisasi yang diwakilinya.
Jadi, strategi itu pada hakikatnya adalah suatu perencaan (planning) dan manajemen (management) untuk mencapai tujuan tertentu dalam praktik operationalnya, komunikasi secara efektif adalah sebagai berikut.
-bagaimana mengubah sikap (how to change the attitude)
-mengubah opini (to change opinion)
-mengubah perilaku (to change behavior)
apakah tujuan utama strategi komunikasi itu? Menurut R. Wayne pace, Brent D. Peterson dan M. Dallas burnett dalam bukunya techniques for effective communication, tujuan strategi komunikasi tersebut sebagai berikut.
a.       To secure understanding
Untuk memastikan bahwa terjadi suatu pengertian dalam berkomunikasi
b.      To establish acceptance
Bagaimana cara penerimaan itu terus dibina dengan baik
c.       To motive action
Penggiatan untuk memotivasi
d.      The goals which the communicator sought to achieve
Bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh pihak komunikator dari proses komunikasi tersebut
Peristiwa dalam proses komunikasi kampanye ini melibatkan konseptor (coneption skill), teknisi komunikasi (tecknical skill) dan komunikator dengan segala kemampuan komunikasi (communication skill) untuk mempengaruhi komunikan dengan dukungan berbagai aspek teknis dan praktis operational dalam bentuk perencanaan yang taktis dan strategik untuk mencapai tujuan tertentu.
Kondisi yang mendukung sukses tidaknya penyampaian pesan (message) tersebut dalam berkampanye, menurut wilbur schramn di dalam bukunya, the process dan effects of mass communications, yaitu sebagai berikut.
      a.       Pesan dibuat sedemikian rupa dan selalu menarik perhatian
    b.  Pesan dirumuskan melalui lambang-lambang yang mudah dipahami atau dimengerti atau komunikan
      c.       Pesan menimbulkan kebutuhan pribadi dari komunikannya
      d.      Pesan merupakan kebutuhan yang dapat dipenuhi, sesuai dengan situasi dan keadaan kondisi dari komunikan
Pesan tersebut berupa ide, pikiran, informasi, gagasan, dan perasaan. Pikiran dan perasaan tersebut tidak mungkin diketahui oleh komunikan jika tidak menggunakan “suatu lambang yang sama-sama dimengerti”
Menurut pendapat william abig, definisi komunikasi dalam kampanye itu: “suatu pengoperan lambang-lambang yang bermakna antarindividu.”

Referensi :
    Ruslan, Rosadi, KiatdanStrategiKampanye Public Relations, PT Raja GrafindoPersada, Jakarta: 1997
Rosadi ruslan, kampaye public relesio, 2005, yokyakarta

Komentar

Postingan Populer