MEDIA PR
Media
massa adalah media yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada khalayak
dalam jumlah besar atau sering disebut. Secara etimologis, kata media berasal
dari bahasa latin medium yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’,
atau ‘pengantar’. Atau dengan kata lain media adalah perantara atau pengantar
dari komunikator (pengirim pesan) kepada komunikan (penerima pesan). Sedangkan
massa merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa inggris mass artinya
massa atau jumlah besar dan sering diartikan dengan massa, rakyat, atau masyarakat.
Dengan kata lain massa merupakan masyarakat atau publik, dalam hal ini penerima
pesan media.
Media
massa adalah media komunikasi dan informasi yang melakukan penyebaran informasi
secara massal dan dapat diakses oleh masyarakat secara massal pula (burhan
bungin, 2006:72). Hubungan Public Relations dengan media massa memiliki 5
sasaran, yaitu : Untuk memperoleh publisistas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah
lembaga organisasi yang baik untuk diketahui oleh publik, Untuk memperoleh
tempat dalam pemberitaan pers (liputan, laporan, ulasan, atau tajuk) yang
obyektif, wajar, dan seimbang mengenai hal-hal yang menguntungkan lembaga atau
organisasi, Untuk memperoleh umpan balik mengenai upaya dan kegiatan lembaga
organisasi, Melengkapi data atau informasi bagi pimpinan lembaga untuk keperluan
pembuatan penilain secara tepat, mengenai situasi atau permasalahan yang
mempengaruhi keberhasilan kegiatan lembaga, Mewujudkan hubungan yang stabil dan
berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling percaya dan saling meghormati.
Seorang public relations akan dapat melakukan
tugas-tugasnya dengan baik (termasuk dalam melakukan media relations) kalau
didukung oleh strategi komunikasi yang tepat dan efektif. Sayangnya, public
relations sering kali mengalami kegagalan dalam melakukan media relations,
bukan karena public relations tidak mengerjakan kegiatan media relations,
tetapi karena public relations tidak tahu apa itu strategi komunikasi dan
bagaimana stratrgi komunikasi dalam media relations ini. Adapun strategi
komunikasi public relations dengan media, (Soemirat dan Ardianto, 2003:23)
adalah :
1. By serving the media (pelayanan kepada media)
Strategi dengan membeikan pelayanan kepada media.
Seorang public relations dituntut untuk selalu siap memberikan pelayanan kepada
media sesuai yang dibutuhkan oleh media massa tersebut. Pelayanan kepada media
massa ini dapat berupa menyiapkan jawaban-jawaban serta memberikan jawaban
maupun informasi yang dibutuhkan oleh media massa pada saat-saat tertentu yang
berhubungan dengan informasi tentang perusahaan atau institusi tempat mereka
berada.
2. By establishing a reputations for reliability (menegakkan reputasi
perusahaan agar tetap di percaya)
Strategi
yang dilakukan oleh public relations sebagai upaya untuk menegakkan reputasi perusahaan
supaya perusahaan/organisasi tersebut tetap dapat dipercaya. Untuk
membangun masyarakat, perusahaan atau
organisasi tidak hanya bisa mengandalkan promosi atau memasang iklan di media
massa.
3. By supplying good copy (memasok naskah informasi yang baik)
Strategi
dengan memasok naskah informasi yang baik. Naskah informasi dapat dibuat dalam
bentuk artikel yang berupa opini atau pendapat tentang suatu permasalahan.
Naskah informasi yang baik bisa diberikan berdasarkan data-data yang sebenarnya.
Naskah bisa disertai dengan gambar atau foto. Dengan memberikan naskah yang
baik yang disertai dengan pembuatan teks dan gambar atau foto yang baik,
diharapkan bisa menjadi satu strategi untuk menarik perhatian massa. Selain
pengiriman naskah informasi, staregi by supplying good copy ini dapat dilakukan
dengan cara pengirian news release yasng baik. Tujuannya supaya release yang
dikirimkan dapat dimuat dan sesuai dengan „selera‟ media massa maka seorang
public relations tidak harus melakukan revisi yang banyak. Dia hanya memerlukan
sedikit penulisan ulang atau menyuntingnya.
4. By cooperations in providing material (kerjasama dalam menyediakan bahan
informasi)
Strategi yang dilakukan dengan kejasama yang baik
dalam menyediakan bahan informasi. Yang menjadi penekanan strategi ini adalah penghargaan yang tinggi
dari seorang public relations kepada media massa, termasuk pekerja media.
Maksudnya seorang public relations dituntut untuk menghargai media massa serta
pekerja media dengan menyediakan waktu yang tepat dan meghargai kedatangan
mereka.
5. By providing verification facilities (menyediakan fasilitas)
Strategi memikirkan fasilitas yang harus disediakan
bagi pekerja-pekerja media. Tujuannya adalah agar pekerja media massa merasa
nyaman dalam bekerja, yaitu ketika mereka melakukan liputan terhadap perusahaan
tempat public relations itu berada. Cara yang dilakukan untuk menerapkan
strategi ini adalah dengan memberikan fasilitas kepada pekerja media dan
wartawan apabila mereka membutuhkan ruangan untuk melakukan liputan di
organisasi atau perusahaan tersebut. Fasilitas ini termasuk fasilitas internet
yang dibutuhkan wartawan pada saat mereka meliput berita di perusahaan
tersebut.
6. By building personal relationship with the media (membangun hubungan secara
personal dengan media)
Strategi ini merupakan strategi yang dilakukan dengan
membangun hubungan secara personal antara public relations dengan media massa
(baik itu orang-orang yang ada di institusi media maupun dengan wartawan dan
pekerja media lainnya). Hubungan personal yang baik antara public relations
dengan pekerja media diharapkan dapat digunakan sebagai dasar untuk membangun
keterbukaan dan saling menghormati antar profesi masing-masing. Dalam strategi
ini, seorang praktisi public relations dapat membangun hubungan personal yang
baik dengan orang-orang yang berada di institusi media maupun dengan wartawan
dan pekerja melalui sms, e-mail, atau pesan-pesan dengan menggunakan media
sosial untuk menyapa dan menanyakan kabar pekerja media. Strategi yang lain
adalah dengan memberikan informasi dan ide-ide yang dapat digunakan sebagai
masukan ketika pekerja media ini akan membuat bahan pemberitaan. Strategi ini
merupakan strategi yang sangat diperlukan dalam membangun hubungan dengan
media. Hubungan yang baik dengan pekerja media, saling mengerti, saling
memahami, dan saling menghormati antara profesi public relations dengan media
merupakan salah satu kunci dalam keberhasilan media relations yang dilakukan
oleh praktisi public relations. Berdasarkan fakta di lapangan, dari keenam
strategi ini, antara satu strategi dengan strategi lain saling terkait dan
saling membutuhkan. Apabila seorang praktisi public relations ingin tugas
ke-PR-annya berjalan dengan efektif maka harus mengunakan keenam strategi tersebut
untuk melaksanakan tugasnya dengan saling terkait antara satu strategi dengan
strategi yang lain.
Referensi :
Canfield, Bertrand R.1968. Public
Relatios, 5 th edition. Lllinois,irwin:homewood.
Darmastuti Rini, media
relations, 2012, yogyakarta
Iriantara Yosal, media
relations, 2005, bandung

Komentar
Posting Komentar